Sebagian dari gugusan ribuan pulau di Nusantara, Pulau Lombok menjadi salah satu destinasi pariwisata dunia yang tak boleh di anggap enteng. Walaupun terletak di kawasan tengah Indonesia, tidak membuat Pulau Lombok menjadi tersisihkan dengan pariwisata daerah lainnya. Itu terbukti, dari tahun ke tahun para pengunjung baik domestik maupun mancanegara mengalami peningkatan. Dan menjadikan Lombok sebagai tempat Wisata di Lombok terpopuler dan terfavorit. Lombok yang berada di Provensi Nusa Tenggara Barat mempunyai banyak objek wisata dan kebudayaan yang beragam serta unik-unik, salah satunya Lombok bagian Timur yang menawarkan wisata Gunung dan Lautnya yang menakjubkan.

Gili Lampu merupakan sebuah objek wisata yang berada di sebelah timur Pulau Lombok dan cukup populer, terletak di kecamatan Sambalia Kabupaten Lombok Timur, Provensi Nusa Tenggara Barat. Gili lampu memiliki arti dari masyarakat lokal yang berarti pulau penerangan. Mungkin Gili Lampu, di bayangkan suatu pulau yang di kelilingi banyak lampu. Tetapi tidak demikian kenyataannya yang ada.sebab Gili lampu adalah sebuah pulau kecil di timur pulau Lombok yang terdapat sebuah mercusuar, tanda peneranganatau sebuah rambu bagi lalu lintas kelautan serta hilir mudik pelayaran laut sekitar pulau. Menurut cerita wagra setempat, mercusuar itu sudah ada dari jaman jepang dan sampai sekarang masih berfungsi serta kondisinya masih bagus. Pada malam harinya, pijaran lampu mercusuar tak hanya terlihat di sekitaran kawasan pesisir, tapi juga bisa tampak dari kantor Camat Sambalia.

Gili lmpu secara administratif termasuk dalam kawasan kecamatan Sambalia, dan berada di sebelah timur dusun Transad di desa labuan Pandan.pulau ini terbentuk dari gugusan karang, sebab jenis tumbuhan yang dominan tumbuh di atas pulau hanya bakau. Di sebelah timurnya berbatasan dengan Selat alas, di sebelah utara terdapat Gili Petangan, yang ukurannya lebih besar dari Gili Lampu. Dan sebelah selatan terdapat beberapa jejeran pulau-pulau kecil yang di namai Gili Lebur.

Pada tahun 1970, Pulau ini dipakai tempat peristirahatan bagi para nelayan yang kebetulan singgah dan sedang mencari ikan di sekitar Pulau. Nelayan yang kebanyakan memanfaatkan pulau lampu biasanya berasal dari sekitaran desa Labuab Pandan, desa Tibu Borok, Tanjung teros, Labuan Haji, dan sekitaran Pulau Sumbawa. Tapi pada tahun 1980, pemanfaatan objek Pulau ini mengalami perkembangan, tak hanya di manfaatkan oleh nelayan saja, tapi lebih di manfaatkan sebagai ojek wisata. Warga sekitar yang berasal dari Desa Transad yang memiliki dasar yang berlatar belakang nelayan, malai tertarik mengembangkan Pulau Lampu. Muali dari membersihkan dan menata pantai sehingga menjadi nyaman untuk para pengunjung yang ingin berwisata. Para warga mulai menediakan fasilitas yang alakadarnya, seperti menjual makanan dan minuman ringan, serta membuat sumur pembilasan, tempat ganti pakaian, dan wc umum.

Awalnya pengunjung yang berkunjung Cuma warga setempat dan di waktu-waktu tertentu, tapi lambat laun pengunjung dari luar desa Sambalia muali datang berbondong-bondong. Saat ini pariwisata Pulau Lombok sudah lumayan terkenal. Para warga lokal biasanya memanfaatkan Pulau lampu sebagai tempat mandi dan berenang di aman di sekitaran pantai. Dan para wisatawan asing, bisanya memanfatkan Pulau untuk menikmati alamya, dan juga sunrisenya. Kalau Pulau Bali punya Pantai Sanur dan Kuta uantuk menikmti sanset dan sunrise maka Pulau Lombok punya Gili Lampu dan pantai Senggigi untuk melihat sanset dan sunrise

Advertisements