Mulai sejak kecil, saya senantiasa suka dengarkan maupun membaca dongeng. Diantara dongeng-dongeng itu sangat banyak legenda satu tempat di Indonesia. Kadang-kadang, legendanya lebih menarik dari pada penjelasan ilmiahnya. Bukanlah demikian, Klikers? 😉 Jadi, kesempatan ini saya ingin mendongeng untuk Klikers ya… Agar bila Klikers kebetulan berwisata ke beberapa tempat ini, Klikers sudah mengetahui kisahnya : p Tersebut enam obyek wisata dengan legenda cinta di Indonesia :
1. Gunung Tangkuban Parahu

Tangkuban Parahu yaitu salah satu gunung berapi yang masih tetap aktif sampai sekarang ini. Terdapat di Jawa Barat, seputar 20 km arah utara kota Bandung, Gunung Tangkuban Parahu dikelilingi oleh rimbunnya pohon pinus serta kebun teh. Gunung Tangkuban Parahu yaitu salah satu ikon wisata Jawa Barat yang dapat menarik wisatawan, baik dalam negeri ataupun mancanegara.

Ada satu legenda yang menceritakan asal-muasalnya Gunung Tangkuban Parahu. Sangkuriang, seseorang pemuda sakti yang tampan jatuh cinta dengan seseorang wanita cantik bernama Dayang Sumbi. Sangkuriang tidak paham bahwa Dayang Sumbi yaitu ibunya sendiri. Dayang Sumbi sendiri baru mengerti bahwa Sangkuriang yaitu putranya waktu ia lihat sisa luka di kepala Sangkuriang disebabkan pukulan Dayang Sumbi dengan sendok nasi semasa Sangkuriang masih tetap kecil. Dayang Sumbi lantas berupaya menggagalkan kemauan Sangkuriang untuk menikahinya dengan meminta dibuatkan perahu serta telaga cuma dalam satu malam. Dengan kesaktiannya, Sangkuriang nyaris sukses merampungkan pekerjaan itu. Tetapi, Dayang Sumbi lantas menyebarkan kain putih tenunannnya ke langit serta saat itu juga fajar juga merekah. Sangkuriang yang geram lantas menendang perahu yang dibuatnya sampai terbalik. Perahu tersebut waktu lalu menjelma jadi Gunung Tangkuban Parahu.
2. Pantai Karang Nini, Pangandaran

Pantai Karang Nini terdapat di Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang, +/- 83 km dari kota Ciamis ke arah Selatan. Di pantai ini kita bisa lihat hamparan batu-batu karang. Salah satu batu karang itu memiliki bentuk mirip seseorang nenek (nini). Ada legenda yang melatarbelakangi Pantai Karang Nini ini.

Alkisah pada masa jaman dulu, hiduplah sepasang suami istri yang sudah berumur lanjut. Nama mereka yaitu Aki Ambu Kolot serta Nini Arga Piara. Mereka hidup sama-sama menyukai. Aki Ambu Kolot yaitu seseorang nelayan. Tiap-tiap sore waktu Aki pergi melaut, Nini Arga Piara bakal mengantarkan ke pantai. Serta pada pagi harinya, Nini bakal menyongsong kepulangan suaminya di pinggir pantai. Tetapi satu hari waktu Aki melaut, badai mengamuk serta pada akhirnya perahunya terbenam. Keesokannya, Nini menunggu kepulangan suaminya di pinggir pantai tetapi perahu Aki tidak kunjung terlihat. Nini yang selalu duduk di pinggir pantai menunggu kepulangan suaminya pada akhirnya beralih jadi batu karang. Batu karang tersebut yang kita kenal juga sebagai Karang Nini.
3. Makam Siti Nurbaya, Sumatera Barat

Cerita kasih tidak hingga pada Siti Nurbaya serta Samsul Bahri ini dituliskan dalam novel Siti Nurbaya karya Geram Rusli. Siti Nurbaya yang dijodohkan paksa dengan Datuk Maringgih pada akhirnya tewas lantaran diracun dengan kue lemang oleh Datuk Maringgih. Diakhir cerita, Samsul Bahri serta Datuk Maringgih berperang satu dalam satu dalam tragedi Balesting. Samsul Bahri tewas lantaran pedang Datuk Maringgih. Datuk Maringgih juga tewas lantaran peluru yang pernah ditembakkan oleh Samsul Bahri.

Saat ini di Gunung Padang atau Bukit Siti Nurbaya, Kota Padang, Sumatera Barat kita bisa berwisata ke Makam Siti Nurbaya. Orang-orang setempat yakin bahwa makam yang ada disana yaitu punya Siti Nurbaya. Terkecuali bertandang ke Makam Siti Nurbaya, wisatawan dapat juga berkunjung ke Jembatan Siti Nurbaya. Pada malam hari, Jembatan Siti Nurbaya ini tampak sangatlah indah dengan gabungan lampu-lampunya yang membuat Rumah Gadang. Di selama Jembatan Siti Nurbaya juga ada banyak penjual makanan serta minuman.
4. Makam Jayaprana serta Layonsari, Bali

Jayaprana yaitu seseorang yatim piatu yang di besarkan oleh penguasa Desa Kalianget. Jayaprana lantas menikah dengan seseorang gadis dari Desa Banjar yang bernama Nyoman Layonsari. Tidak diduga, bapak angkat Jayaprana jadi jatuh cinta pada Layonsari lantas membuat siasat untuk singkirkan Jayaprana. Sang bapak angkat lantas mengutus Jayaprana untuk melawan bajak laut di Bali barat laut. Tetapi sesampainya di Teluk Terima, Jayaprana dibunuh Patih Sunggaling yang telah diperintahkan sang penguasa untuk membunuh Jayaprana. Tetapi, Layonsari menampik untuk dinikahi sang raja serta pilih untuk mengakhiri hidupnya.

Makam Jayaprana ini terdapat di Rimba Teluk Terima, Desa Sumbre Klampok Gerokgak, seputar 67 km dari Kota Singaraja, dengan panorama laut yang indah. Dari makam Jayaprana kita bisa lihat Pulau Menjangan serta sebagian gunung di Pulau Jawa. Waktu matahari tenggelam, air di Teluk Terima bakal pancarkan rona biru berbaur dengan garis-garis merah jingga. Konon, garis-garis merah itu yaitu percikan darah Jayaprana. Di tempat ini dapat ada suatu pura. Dari makam Jayaprana, untuk meraih pura ini beberapa wisatawan mesti mendaki anak-anak tangga yang panjang serta cukup curam. Di pura ini ada kotak kaca yang diisi patung Jayaprana serta Layonsari.
5. Legenda Danau Toba

Masa jaman dulu, hiduplah seseorang pemuda miskin bernama Toba yang pekerjaannya yaitu menangkap ikan. Satu hari Toba sukses menangkap seekor ikan besar. Waktu ikan besar itu dibawanya pulang, nyatanya ikan itu beralih jadi gadis cantik. Gadis cantik itu lantas bersedia dinikahi Toba dengan prasyarat Toba mesti merahasiakan asal-usulnya. Toba berjanji serta mereka juga lantas menikah serta hidup bahagia. Selang sekian waktu, mereka dikaruniai seseorang anak laki-laki yang dinamakan Samosir.

Advertisements